Selamat datang di Jalantapak.Com

Langkah Awal Jadi Ketua Remaja Masjid Yang Baru Dibentuk

Thursday, September 26, 20131komentar


RISTACI foto bersama Alm. Ust. Jefri Al-Bukhori

Tulisan ini saya dedikasikan (wuaduh bahasanya...) bagi siapapun yang baru menjabat sebagai ketua remaja masjid dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya pada masa-masa awal menjabat. Tulisan ini terinspirasi juga dari pengalaman saya pada saat 'dijebloskan' pada saat pemilihan ketua remaja masjid sebagai kandidat ketua yang baru, dan malah terpilih menjadi ketua yang baru waktu itu. Sialnya, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan jabatan itu, apalagi awalnya saya ini termasuk anak yang jarang sekali keluar rumah dan berinteraksi dengan tetangga komplek (aneh juga anak semacam saya ini bisa terpilih jadi ketua remaja masjid).

Oke, balik ke judul awal, apa sih yang seharusnya dilakukan oleh sang ketua remaja masjid untuk menjalankan aktifitas di organisasinya? Bagi yang sudah ada program dari pengurus sebelumnya gak ada masalah, tinggal menjalankannya saja. Tapi bagaimana jika tak ada program sama sekali, atau kepengurusan ini baru dibentuk setelah sekian lama vacuum remaja masjidnya, atau juga memang benar-benar ini merupakan kepengurusan yang baru ada. Tenang..., dont panic, saya akan bagi-bagi pengalamannya nih apa yang harus dilakukan kalian.

1. Yakin

Ini poin pertama yang harus dijalanin. Jika kita dipercaya atau ditunjuk (artinya dipercaya juga lah ya) sebagai ketua remaja masjid, jangan panik. Di satu sisi ini memang sebuah musibah dan di satu sisi ini merupakan amanat yang diberikan Allah untuk dakwah di lingkungan kita.

Waktu pertama saya terpilih menjadi ketua remaja masjid, saya juga heran, kenapa saya yang orangnya jarang berinteraksi sama orang, jarang ke masjid, bahkan tak peduli dengan segala aktifitas yang ada di masjid. Tapi, saya malah kepilih broo...

Think Positif aja deh waktu itu, mungkin ini cara Allah mendakwahi saya, bahwa saya harus peduli dengan lingkungan dan juga dengan masjid. Saya juga harus berinteraksi dengan orang-orang, dan alhamdulillah saya sekarang termasuk orang yang banyak dikenal orang, padahal saya juga tak banyak hapal nama orang yang suka menyaapa saya kalau dijalan (ehehehe...:maluuu....). Sampai saat ini pun, saya juga menjadi salah satu pihak yang paling dicari-cari satu RT (yaiyalah kalau urus surat pengantar, surat keterangan sama surat domisili RT harus minta lewat saya a.k.a sekretaris RT)

Jadi yakin aja bro.., Insya Allah, Allah akan membimbing kita untuk memimpin remaja masjid. Terpilihnya kita sebagai ketua remaja masjid karena Allah juga yakin kita pasti mampu.

2. Jangan Minder

"Jadi ketua remaja masjid kan harus berpakaian islami, harus pinter ngaji, harus begini..., harus begitu...," wuaduh..., repot banget bro mikirnya. Gak usah terlalu membebani diri dengan pikiran seperti itu bro, yang penting satu aja, "Jangan minder" dan mau bergaul dengan semua orang.

Jika kita tidak bisa dengan pakaian islami, minimal kita bisa berpakaian sopan dulu tergantung dari 'adat' masyarakat setempat dimana kalian tinggal. Minimal pakai celana panjang lah ya.... Dulu, bahkan rambut saya pernah gondrong dan itu masih menjabat sebagai ketua remaja masjid. Apakah itu ada yang protes? pasti ada, tapi saya yakin cara inilah agar saya bisa dekat dengan remaja-remaja di komplek saya, dan saya tidak membatasi untuk bergaul dengan semua remaja yang ada di sekitar komplek, sebisanya saya dekati. Satu lagi, saya mungkin termasuk ketua remaja masjid yang jarang pakai baju koko apalagi waktu pimpin talim rutin.

Sekali lagi, ini cara dakwah saya untuk dapat berbaur dengan remaja lainnya yang belum mau ikut kegiatan remaja masjid. Karena kondisi remaja di lingkungan saya bisa dikatakan termasuk lingkungan gaaaooolll.

Saya juga belum pinter ngaji, masih ada yang terbata-bata dan gak hafal tajwid-tajwid, tapi disitulah kuncinya, pelan-pelan saya ajak remaja lainnya untuk ngaji bareng, belajar tajwid bareng, karena kita masih sama-sama belajar, dan masih sama-sama belum lancar.

3. Bikin Struktur Organisasi

Ini salah satu poin yang agak susah-susah gampang. Biasanya kita terjebak untuk mengisi struktur dengan nama anggota yang banyak. Saya sarankan jangan banyak-banyak dulu, toh nantinya bisa ditambah lagi, dan bikin divisi/seksi yang secukupnya saja. Ingat, organisasi kita masih baru, jadi pastikan orang-orang yang ditempatkan seefektif mungkin.

Jika pada saat pemilihan, kalian diberikan kesempatan untuk memilih pengurus, langsung pilih aja yang hadir di forum itu, minimal sekretaris sama bendahara, atau sama wakil ketua bila perlu. Lalu untuk mengisi bagian divisi/seksi bikin rapat lagi (jangan lama-lama dari pertemuan yang sebelumnya). Nah pada pertemuan lanjutan itu langsung masukkan semua peserta rapat yang hadir, pengalaman biasanya sih kalau rapat remaja masjid (apalagi rapat pertama) tidak banyak peserta yang hadir. Jadi masukkan aja nama semuanya daripada susah mendapatkan orang lagi, sambil kita dekati teman kita yang tidak hadir tapi punya potensi untuk memimpin divisi yang telah dirancang.

4. Bergaul

Yup, sebagai ketua remaja masjid, kita diwajibkan untuk bergaul, ke siapa saja. Pertama ke teman-teman kita pastinya, laki-laki maupun perempuan. Sebagai ketua remaja masjid bukannya harus anti interaksi sama perempuan, tapi untuk pendekatan/interaksi ke perempuan harus dibatasi ya, jangan berduaan, ngumpulnya harus rame-rame, biar tak ada fitnah.
Sebagai pihak yang membutuhkan mereka, kita harus mengerti dahulu apa yang menjadi kesenangan mereka. Jika senangnya jalan-jalan, bikin acara yang mengajak mereka jalan-jalan, misal tafakur alam ke puncak.
Tips untuk dapat bergaul dengan mereka bahkan mengajak mereka ke masjid, kita harus bisa dekat dengan orang yang paling berpanguruh dengan mereka, "bapaknya anak-anak" atau "emaknya anak-anak" lah bahasanya. Jika kita sudah dekat dengan orang itu, dan orang itu mau diajak aktifitas di masjid, tentu yang lainnya akan mudah kita ajak juga, bisa jadi orang yang berpengaruh itu yang mengajak 'genk'nya. Sekali lagi, untuk pendekatan, pakai gaya/bahasa mereka, biarkan mereka nyaman dengan kita dulu.

Selain kepada teman-teman kita, kita harus mudah bergaul dan membuka komunikasi dengan Ketua DKM Masjid di lingkungan kita dan Pembina remaja masjid. Kunjungi rumahnya, ajak mereka dialog dan ambil saran masukan mereka. Insya Allah kita akan dimudahkan dan dibantu dalam memimpin organisasi remaja masjid kita.

5. Niat

Ini poin terakhir dari saya, niatkan jabatan yang disematkan kepada kita sebagai jalan dakwah kita. Insya Allah kita akan ditolong dan dibimbing oleh Allah SWT. Jika, niat kita untuk meramaikan masjid dengan kegiatan-kegiatan muda yang positif tentu akan diberikan jalan oleh Allah SWT bagaimana membuat program yang dapat meramaikan masjid. Jadi tergantung niat kalian memakai jabatan ketua remaja masjid untuk apa. Keajaiban Niat...., dan saya percaya dengan sebuah niat.

Demikianlah sharing saya bagi para ketua remaja masjid yang baru, banyak hal positif yang didapatkan dari kita menjabat sebagai ketua remaja masjid, tentu jika dijalankan dengan niat positif. Contohnya saja, saya sampai dikenal sampai ditingkat kelurahan, dan itu sagat penting buat saya, walau hal sepele buat semua orang. Kenapa penting? biasanya segala urusan arsip kita akan menemui kendala di kelurahan, buat saya, hanya dengan sekali sapa dan say hello dengan orang kelurahan yang sudah dikenal sebelumnya, semuanya jadi mudah, dan for free........ (maklum budaya birokrasi di negara kita masih jelimet kalau gak pake ina inu -you know what I mean). Itu semua karena saya dikenal jadi ketua remaja masjid sebelumnya, intinya banyak dikenal orang,hehehe....

Sampai disini dulu tulisan saya, jika pembaca/ kawan-kawan ada ide lain atau masukan lain silahkan ditulis komentarnya di bawah tulisan ini ya.


Ini saya share video kegiatan remaja masjid (RISTACI) yang pernah saya pimpin waktu itu.



Share this article :

+ komentar + 1 komentar

April 19, 2016 at 11:24 AM

Partisipasi dan amal jariyah dalam perluasan dan pembangunan masjidil
haram dan masjid Nabawi

1. Niat Ibadah ( dari Allah,Karena Allah dan untuk Allah)
2. Membawa beberapa batu kerikil kecil yang Haq dari tanah air
3. Point no 2 dapat dibawa sendiri/ dititipkan kepada Jamaah yang akan
berangkat Umroh dan Haji
4. Batu kerikil diletakkan diarea yg sedang dibangun/di Cor semen
5. Atau dititipkan kepada pekerja pembangunan agar diletakkan ditempat
tersebut
6. Mudah-mudahan Allah Ridho dengan apa yang kita kerjakan

* Umumnya waqaf qur'an
* Tidak ada kotak amal di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
* Mungkin Batu kerikil tidak berarti untuk sebagian orang,akan tetapi
jika diletakkan di kedua Masjid tersebut,paling tidak batu kerikil ini
akan menjadi bagian terkecil dari bangunan tersebut.
* Moment Perluasan dan Pembangunan Masjidil haram dan Masjid Nabawi

Post a Comment

Support : Jalantapak | Jalantapak | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2017. Knowledge | Family - All Rights Reserved
Template Created by Jalantapak Modify by jalantapak.com
Proudly powered by Blogger