Selamat datang di Jalantapak.Com

'Nulis...

Sunday, September 15, 20133komentar



Satu kata yang akrab dengan kehidupan sehari-hari setiap manusia, ya…hampir setiap manusia…. “Nulis” bisa dilakukan siapa saja dengan berbagai cara, bentuk, maupun media tempat menulisnya.

Siapa sih yang gak akrab dengan “Facebook”, “Twitter” atau “Blog” seperti ini? Atau anak-anak muda masa dulu siapa yang gak akrab dengan kertas tulis, kirim-kiriman surat ke orang yang dikagumi atau disayangi lewat perantara Pak Pos (ciyailaah…), atau hanya sekedar tulis biodata di map file teman pada zaman-zaman SD (termasuk penulis sendiri :p). See… semua pernah merasakan pengalaman ‘nulis.

Coba bayangkan jika tulisan itu dikumpulkan jadi satu, sudah berapa kertas lembar dipakai untuk menampung itu semua, bisa jadi dari tulisan itu tercipta suatu kisah perjalanan hidup diri kita yang menarik dan unik, yang tidak dialami orang lain. Itulah mengapa sekarang banyak buku biografi tokoh-tokoh bermunculan, dari tokoh penting, yang diangap penting atau terpaksa dianggap penting, hehehe... Tapi yang disalutkan mereka yang membuat biografi itu menganggap dirinya istimewa
Kita sebagai orang biasa bikin biografi juga? “Why not?” Apa salahnya membuat diri kita istimewa, menurut penulis, biografi bukan hanya menceritakan perjalanan hidup saja, sebuah tulisan opini atau kritikan, bahkan sebuah puisi pun bisa disebut sebagai bagian dari biografi. Dari sanalah orang lain dapat “mengenal” si penulis itu.

Apa yang ingin saya sampaikan disini? Menulis itu penting, gak harus dijadikan dalam bentuk buku, menulis bisa dalam bentuk notes kecil di facebook, menuliskan catatan keseharian di buku harian, atau di blog semacam ini. Dengan melakukan itu orang yang membacanya akan menganggap kita ‘ada’, atau jika kita sudah tidak ada di dunia ini kelak, tulisan itulah yang menjadi perantara komunikasi antara pembaca dengan si penulis (kita). 

Alangkah indahnya tulisan kita dapat dibaca oleh anak-anak kita, cucu, atau sanak saudara kita yang lain, walau jasad sudah tidak ada di dunia, tulisan yang kita tinggalkan lah yang membuat diri kita selalu ada di tengah-tengah keluarga dan saudara kita.

Akhirnya seperti kata pepatah “Gajah mati meninggalkan gading” maka seharusnya juga “Manusia mati meninggalkan tulisan”. Dari sebuah tulisan, kita akan terus dikenang. . ., sepanjang masa. . .
Share this article :

+ komentar + 3 komentar

September 19, 2013 at 9:33 PM

yah pake teori "ada" pula nih... hahahahah..... yg penting dlm menulis itu sebetulnya istiqomah bro

September 20, 2013 at 10:13 AM

ahahaha, istiqomah harus dipaksa jo

September 20, 2013 at 6:00 PM

nulis makalah aja juga dipaksain dulu, pakasin orang yang bikin... hahahah

Post a Comment

Support : Jalantapak | Jalantapak | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2017. Knowledge | Family - All Rights Reserved
Template Created by Jalantapak Modify by jalantapak.com
Proudly powered by Blogger