Selamat datang di Jalantapak.Com

Jalan-Jalan ke Taman Margasatwa Ragunan

Wednesday, November 6, 20130 komentar

Hari itu adalah hari libur nasional, memperingati Tahun Baru Islam 1435 H, atau tepatnya hari Selasa, 5 November 2013. Dari awal, aku dan istrikku sudah merencanakan akan mengajak Gibran ke Taman Margasatwa Ragunan (TMR) untuk mengenalkan hewan-hewan disana. Mungkin terlalu dini untuk Gibran mengenal hewan-hewan, tapi dengan melihat Gibran sudah "mungkin" ngerti dengan kucing, cicak, anjing, atau ayam, alhasil tanpa ragu kami melakukan rencana untuk ke Ragunan, mudah-mudahan Gibran tertarik dengan hewan-hewan disana yang baru bagi dia.

Kami berangkat dari Cikunir-Bekasi pukul 10:20 wib, yang rencana awal kami mau berangkat pagi-pagi untuk menghindari kepadatan menuju parkiran mobil, namun karena istri mau belanja dan persiapan segala macamnya, alhasil berangkatnya tertunda beberapa jam.

Sebelum ke Ragunan, kami anter mba utinya Gibran dulu bertemu teman alumni di Cwie Mie Cibubur, kebetulan Gibran lagi tidur, dan perjalanan di tol Jagorawi menuju cibubur saat itu agak sedikit terhambat (jalan 20-30 km/jam), kata papan infonya sih ada kecelakaan.

Setelah mengantar mbah uti kami langsung cabut ke Ragunan (Yiiieeyy...) dan apa yang kita lihat setelah berada di jl. Raya Ragunan? yup, antrian mobil dan motor sudah memanjang (walau gak parah banget sih). Ya harus sabar mengantri, dan pada saat antri inilah Gibran mulai bangun.

Alhamdulillah, kita dapat parkiran di area dalam TMR, jadi gak usah harus jauh-jauh jalan dari area parkir masuk ke area TMRnya (berkat mengantar mbah uti dulu), tapi sebenarnya agak berat hati juga parkir di dalam area TMR, apalagi melihat sudah banyak mobil parkir di area taman (yang ada rumput-rumputnya), sudah pasti merusak rumput2nya donk. Sementara mobil kami dapat parkiran di area bekas sebuah bangunan yang sudah dirobohin.

Lokasi parkiran mobil di dalam area TMR
Suasana TMR

Sampai di parkiran, kami siapkan "peralatan perang"nya, makanan Gibran, tas berisi perlengkapan Gibran, dan stroller, biar gak harus gendong terus, hehehe... Saatnya beraksi di Ragunan.

Yang pertama aku ingin ajak Gibran di TMR adalah membawanya ke pusat primata Schmutzer, untuk mengenalkan Gibran ke primata yang ada di sana, tapi pas sampai disana melihat antrian nya agak lumayan, kami mengurungkan niat. Lalu beranjaklah kami sampai akhirnya ketemu dengan kandang Gajah.

Di kandang gajah ini Gibran hanya tertarik sebentar saja dengan berkomentar "uuuuhhh...." dengan bibir khas yang di monyongin, setelah itu gak peduli lagi, dan malah melihat burung yang ada di sekitar gajah (wuaduh malah lihat objek yang lebih kecil) walau sudah di pancing oleh istriku agar si Gibran fokus ke Gajah. Yang disayangkan banyak pengunjung yang memberi makan seadanya, ya rotilah, kacang lah, dan entah apalagi, seharusnya seluruh koleksi binatang di TMR pengunjung dilarang memberi makan seenaknya.

Dari kandang gajah, muter-muter lagi ke area satwa anak. Sebuah area keluarga yang harus mengeluarkan biaya masuk lagi (Rp.2500/orang). Cukup bersahabat dengan area yang sedikit "privat" dari yang lain. Di area itu Gibran diajak untuk melihat ikan Aipama raksasa, dan memang cukup besar juga. Gibran cukup tertarik juga disini melihat ikan, tapi kalau dipikir, dirumah kan juga ada ikan, jadi sama aja donk gak ada yang baru, hahaha.... dan Gibran lebih tertarik lagi pada saat dibawa melihat sekumpulan burung Kenari *haduuhh, di rumah saudara sama tetangga juga ada kalau ini sih.

Tapi ya memang sifat anak batita seperti itu kali ya, karena dia sudah biasa melihat binatang-binatang yang umum di rumah, setelah diajak ke TMR, dia hanya "ngeh" sama binatang yang sama ditemui di rumah. Buktinya kuatnya, pada saat istirahat di sebuah warung makan di area tersebut, tiba-tiba Gibran berkomentar "Uuuuhh... uuuhhh.." dan apa yang dia lihat? Cicak, ya cicak, hehehe.....

Sedikit komentar mengenai area makan di TMR, jangan terjebak dengan spanduk tulisan makanan yang sudah ada harganya, karena setelah kita lihat di bon makannya, harganya melonjak naik, untuk makan 1 soto ayam + nasi, 1 bakso, 1 agua 600ml, dan 1 es capucino, kami menghabiskan sekitar 40ribuan rupiah. Ckckck... tidak hanya kami, melainkan pelanggan lainnya juga, termasuk kalangan anak-anak muda alay, yang agak kaget pada saat melihat bon, sampai harus patungan pakai uang receh segala, kasian...., harusnya penjual jangan pasang harga seperti itu. Dari awal kami memilih untuk makan, kami sudah perkirakan bahwa harga yang ada di dalam spanduk atau banner itu palsu, tapi apadaya perut kami sudah protes dan hitung-hitung neduh hujan, kami terima saja bayar sebesar itu.

Selama di TMR, kami hanya melihat beberapa hewan saja, selain gajah kami ajak Gibran melihat macan, ular, beberapa jenis primata, ilama, dan kangguru. Dan untuk hewan baru bagi Gibran, dia hanya tertarik sama Gajah, yah lumayanlah untuk perkenalan pertama kali, suatu saat kami pasti akan kembali lagi ke TMR.

Harapan kami, semoga TMR pada saat kami kembali lagi sudah dalam keadaan rapi, karena kemarin kami melihat sedang dalam perbaikan disana-sini, terlihat agak kumuh, dan beberapa kandang juga tidak ada penghuni hewannya, selain itu, sebagai tempat pembelajaran, semoga papan informasi baik berupa keterangan tentang hewan dan penujuk jalan bisa tertata lebih baik, yang kami lihat di lokasi kemarin ada beberapa papan informasi mengenai hewan yang sudah tidak terbaca lagi juga tidak update, lalu penujuk jalan yang tidak jelas arahnya, sehingga memakan waktu banyak untuk mencari hewan yang ingin dilihat.

Demikianlah cerita jalan-jalan kami di TMR, awal yang baik untuk pengenalan Gibran, dan jika sudah lebih paham tentang hewan, pasti kita akan kembali ke TMR, taman margasatwa tertua ke 3 di dunia. Wooooww......

Gibran dan mama di depan kandang gajah


Gibran sama mama lihat ikan Aipama raksasa


Petunjuk jalan di TMR, sudah diperbaharui tapi masih membingungkan

Gibran lagi istirahat
Share this article :

Post a Comment

Support : Jalantapak | Jalantapak | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2017. Knowledge | Family - All Rights Reserved
Template Created by Jalantapak Modify by jalantapak.com
Proudly powered by Blogger