Selamat datang di Jalantapak.Com

Seri Liburan Gibran III: Pantai Pok Tunggal Jogjakarta

Wednesday, February 5, 20140 komentar






 Liburan Gibran selanjutnya adalah berkunjung ke pantai. Yogyakarta, khususnya di kabupaten Gunung Kidul mulai dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak pantai. Tidak kalah dengan keindahan pantai-pantai yang ada di Bali, pantai yang ada di Jogja memberikan keindahan tersendiri yang dapat memanjakan mata para pengunjungnya (>>>>halah bahasanya).

Selain pantai Baron yang memang dikenal masyarakat sejak lama, ada pantai lainnya yang tidak kalah indah seperti antara lain pantai Siung, Sundak, Drini, Wedi Ombo, Ngobaran, Kukup, Krakal, sampai Indrayanti. Semua memiliki ciri khas keindahan tersendiri.

Bisa saja jika mau ditelusuri satu-persatu karena pantai-pantai ini berada pada satu jalur jalan, mungkin perlu memakan waktu sehari atau dua hari untuk menikmati semua keindahan pantai di Gunung Kidul ini. Tapi untuk kali ini, Gibran akan diajak ke pantai Pok Tunggal, ya… sebenaranya ini keinginan ortunya juga sih mau lihat pantai yang baru di buka sama warga setempat, katanya sih bagus, pasirnya juga putih.

Berangkatlah kami ke pantai Pok Tunggal. Berhubung tidak ada kendaraan pribadi yang dibawa, kami meminjam mobil Om Bani, keren juga Suzuki Side Kick dengan knalpot racingnya, bruuumm…bruumm… Tidak lupa kita ajak juga dua sepupu kecil dan mbah uyutnya Gibran, pastinya mbah Utinya Gibran juga dong.

Perjalanan dari rumah si mbah  di Ponjong ke lokasi perpantaian ditempuh selama hamper 1 jam, itu baru masuk kawasannya saja lho, belum perjalanan ke pantai Pok Tunggalnya, karena perjalanan kesana kurang lebih setengah jam lagi. Bagaimana kalau berangkat dari kota Jogja ya, hmmm… mungkin bisa memakan waktu 2 jam lebih. Alhamdulillah rumah si Mbah di Gunung Kidulnya.

Sesampainya di gerbang jalan masuk (kita istilahkan seperti itu karena memang tidak ada gerbangnya sih, hehe…) ada beberapa anak muda memberikan petunjuk arah ke pantai Pok Tunggal, benar saja mungkin karena masih baru dibuka, akses jalan dari jalan utama ke pantai Pok Tunggal masih berupa bebatuan, seperti ini nih kondisi jalannya:





Sebelumnya ada “penjaga” pintu masuk yang di jaga sama anak muda, itulah retribusi masuknya saudara-saudara, biayanya berapa? Seikhlasnya saja katanya. Kita kasih Rp. 20.000,- lah.

Sampai juga di Pok Tunggal nih, dan satu ponakan yang dari tadi sudah “mabok” perjalanan bisa sedikit lega sudah sampai di lokasi, dan tentunya kami juga bisa tersenyum menghirup udara pantai. Waahh…, benar saja, pantai Pok Tunggal memang keren loh, walau banyak juga sih orang-orang yang sudah berdatangan, tapi tidak mengurangi keindahan pantai dengan pasirnya yang menawan (>>> halah…  lagi-lagi bahasanya)

Kami menyewa satu payung untuk berteduh dengan fasilitas tikar untuk kami beristirahat. Ini dia saatnya Gibran main-main di pantai. Tapi kenyataannya tidak seperti yang kita bayangkan, Gibran ternyata takut dengan butiran debu eh.. butiran pasir pantai yang putih ke kuning-kuningan itu, wualaah…. Beberapa kali coba diajak turun sama mamahnya untuk injek pasir tetep saja tidak mau, malah mamahnya dipeluk keras banget, nangis….? Sudah pasti. Mungkin juga karena memang baru pertama kali Gibran ke pantai.

Ya sudah lah, sambil terus berusaha di bujug untuk tidak takut injek pasir pantai, saya melanjutkan untuk mendokumentasikan keindahan pantai ini, sedangkan dua sepupu saya sudah main air laut pastinya,hehe..

Saya tertarik dengan Gazebo yang ada di sudut tebing pantai Pok Tunggal, insting wartawan saya (hadeeeh….) mendorong untuk bergerak menuju gazebo itu. Wisatawan yang mau menuju lokasi gazebo harus rela berjalan naik ke tebing kapur, dan untungnya akses  jalan sudah dibuat sedemikian rupa oleh warga setempat.

Akses jalan ini berupa anak-anak tangga buatan dan yang menarik ada jembatan buatan yang terbuat dari bambu, seperti ini nih penampakan jembatannya:




Diujung jembatan, tanpa terasa kita sudah berada dekat dengan bibir tebing dan gazebo itu berada. Memang sih tidak terasa tahu-tahu sudah ada di atas aja, tapi ngos-ngosan¬nya itu yang terasa, hehe…
Berikut hasil dokumentasi yang saya lakukan disudut tebing, indah bener saudara-saudara:







Hari sudah menjelang senja, tak dilewatkan juga untuk mendokumentasikan sunset di Pok Tunggal, dan di waktu inilah Gibran akhirnya sudah berani menginjak pasir pantai, malah seneng banget (capedeeehh…) udah mau pulang nih anak baru mau main pasir pantai. Ya sudah kasih waktu sebentar buat Gibran main-main pasir pantai, perlu perjuangan lama nih sampai akhirnya Gibran berani sama pasir.

Pantai Pok Tunggal memang memanjakan wisatawan yang berkunjung kesini, di dukung dengan jajanan di sekitar pantai yang masih bersahabat dengan kantongnya mahasiswa menurut kami (semoga harganya gak semakin dimahalin, hehe…)menambah keramahan yang diberikan dari pantai maupun masyarakatnya. Akses jalan yang semi offroad itu tidak mengurangi niat wisatawan untuk berkunjung, karena akan terbayar kelelahan kita jika sudah menginjakkan kaki di pasir pantai ini.

Mungkin masih banyak lagi pantai-pantai yang belum tereksplore di Gunung Kidul ini, tinggal menunggu waktu kapan akan ditemukan pantai indah lainnya, dan menunggu waktu juga bagi kami untuk mengunjungi pantai baru lainnya pada saat waktu mudik kembali ke rumah si Mbah.

Berikut hasil beberapa dokumentasi yang sempat saya abadikan di pantai Pok Tunggal:

Kamar mandinya bersih, penjaganya ramah :D

Salah satu lokasi jajanan yang murah meriah

Ini di Jogja loh


Ada kolam renang mininya juga lho...


Butiran pasir dari dekat

Butiran-butiran pasir :)

Parkiran mobil @Pok Tunggal
Perhatian! Partisipasi untuk sumbangan jembatan yuk

Ini dia kotak sumbangannya 9(eikhlasnya loh)




Sunset @Pok Tunggal

Selain itu saya juga sempat mendokumentasikannya via video juga nih.


Share this article :

Post a Comment

Support : Jalantapak | Jalantapak | Jalantapak | Jalantapak Template | Pusat Informasi
Copyright © 2017. Knowledge | Family - All Rights Reserved
Template Created by Jalantapak Modify by jalantapak.com
Proudly powered by Blogger