Selamat datang di Jalantapak.Com

Seri Liburan Gibran II: Main di WATERBYUR Ponjong, Yogyakarta

Sunday, February 2, 20140 komentar




Waktu liburan bagi Gibran memang tidak bisa sebebas seperti waktu liburannya orang gede, yang bisa kemana saja tergantung kemauan. Untuk seumuran Gibran yang masih 14 bulan saat itu, planning liburan harus dipikir berulang kali, kok gitu? Ya harus dong. Mau di ajak rafting gak mungkin, mau diajak caving apalagi. Sampai pada akhirnya, planning pertama yang bisa dilakukan adalah mengajak berenang.

Semenjak di Bekasi, saya dan istri sudah mempersiapkan perlengkapan Gibran untuk berenang, beli baju pelampung (life vest) sama ban karet yang pas di badan Gibran. Di Ponjong, Gunung Kidul sendiri ada 2 tempat berenang baru, satu yang dikelola oleh pribadi dengan nama tempatnya “Gunung Kendil”, dan yang satu lagi gawean bareng pemerintah setempat dan sejumlah warga sekitar dengan nama tempat “Water Byuur”, yang berlokasi di Sumber Ponjong.

Water Byur ini dulunya adalah pusat pemandian umum dan tempat cuci-cuci bagi warga sekitar. Namun, beberapa tahun belakangan ini, pemerintah setempat mencoba untuk mengkomersialisasikan sebagian tempat disini dengan membuka kolam berenang, mengingat juga sebagian besar warga Ponjong dan sekitarnya adalah perantau. Harapannya, pada saat musim lebaran, diharapkan banyak perantau yang mengunjungi tempat ini dan memberikan pandangan kepada perantau bahwa perekonomian Ponjong sudah maju.

Komersialisasi ini di satu sisi sangat disayangkan karena tidak mengikuti perkembangan perekonomian warga sekitar yang rata-rata berprofesi sebagai petani. Harga tiket masuk yang ditetapkan pengelola tergolong mahal bagi warga sekitar. Dan terakhir kali kami kesana, tiket masuk sudah Rp. 10.000 per orang, masih tergolong murah untuk pendatang yang biasanya dari kota besar, namun tidak untuk warga setempat.
Tapi dengar-dengar sih, katanya harga tersebut dipakai untuk musim libur dan mudik saja, aslinya Rp.5.000, bahkan gratis untuk anak-anak asli Ponjong. Kalau memang begitu sih, yah saya kira cukup fair lah, tapi lagi…. Denger-denger warga yang nyuci baju di Sumber juga dikenakan biaya? Nah loh…? Yang bener nih, padahal dulu sih Gratis.

Kembali ke liburannya Gibran. Kami ajak Gibran untuk ke Water Byur di sore hari, mengingat cuaca sudah tidak terlalu panas, dan air kolam agak sedikit hangat. Kami ajak juga 2 sepupu lainnya yang masih kecil-kecil, Anggit dan Hanun. Sesampainya di kolam, memang sedang ada perbaikan di lokasi, mungkin untuk menyambut lebaran tahun 2014.

Kami membayangkan, Gibran akan senang bermain di kolam renang karena sebelumnya Gibran senang sama yang namanya mandi, dia bisa main air, apalagi ini kelasnya kolam renang, dia bisa main air sepuasnya. Tapi, ternyata pandangan kita salah, Gibran takut sama air yang segitu banyak, apalagi pas denger suara air jatuh dari tong air yang gede dari atas, byuuuurr….. *ilustrasi suara air jatuh yang kena papan seng sebelum jatuh ke kolam. Mungkin suaranya sangat menyeramkan bagi Gibran.

stri saya plus mbah uti melakukan bujukan dan rayuan ke Gibran untuk nyebur ke kolam, tapi usaha semunya tidak berhasil, Gibran tetep tidak mau dan nangis kalau sudah nyemplung ke kolam, maunya duduk di pinggir kolam.

Yah mungkin memang baru pertama kali Gibran liat air sebanyak itu, jadi agak sedikit shock. Hikmahnya kita harus banyak-banyak ajak Gibran ke kolam renang. Kami kira Gibran yang dikenal pemberani, di ajak guling-gulingan tidak takut, dibuat posisi kepala berada di bawah juga tidak nangis, diajak ke kolam jadi hal yang biasa buat dia, tapi ternyata tidak. Oke nak, kita harus banyak berkenalan dengan kolam renang, jangan kaya ayahmu ini yang tidak bisa berenang,hehehe…

Share this article :

Post a Comment

Support : Jalantapak | Jalantapak | Jalantapak | Jalantapak Template | Pusat Informasi
Copyright © 2017. Knowledge | Family - All Rights Reserved
Template Created by Jalantapak Modify by jalantapak.com
Proudly powered by Blogger