Selamat datang di Jalantapak.Com

Urus pajak motor 5 tahunan di Samsat Kota Bekasi

Wednesday, October 3, 20180 komentar

Semangat Pagi para pembaca.....

Untuk tulisan kali ini, saya mencoba share pengalaman mengurus pajak 5 tahunan untuk sepeda motor di kantor Samsat Bekasi. yup, si BlacKMO (panggilan motor saya,ehehe...) sudah waktunya untuk wajib lapor pajak 5 tahunan, artinya sudah harus ganti plat dengan nopol (nomor polisi) yang sama namun kode tahunnya yang beda, yang awalnya 10.18 menjadi 10.23. Bagi yang belum tau arti kode angka tersebut, saya jelaskan sedikit ya tentang kode itu.

Dua angka awal (10) itu menandakan bulan terbitnya/ tercetaknya registrasi STNK bermotor kita. Karena si BlacKMO ini teregister di data kepolisian bulan Oktober, yaitu bulan 10, maka di plat nopol tercetak angka 10. Sedangkan di dua angka berikutnya, digit ke 3 dan ke 4 (18/ 23) menunjukkan masa pajak 5 tahunan kedepan si BlacKMO jatuh tempo dari tahun si BlacKMO ini teregister di data kepolisian. Setiap kendaraan bermotor (mobil/ motor) memiliki masa pergantian plat setiap 5 tahun. Karena si BlacKMO ini saya beli di tahun 2013 dan teregister di data kepolisian juga pada tahun 2013, jika dihitung 5 tahun kedapan, maka 5 tahunan si BlacKMO ini adalah pada tahun 2018, makanya di plat nomor BlacKMO tercetak angka 18 yang menujukkan 2 angka terakhir tahun jatuh tempo. Nah, pada tahun 2018 saat kita sudah mengurus pajak 5 tahunan, maka angka yang tercetak adalah dua digit angka tahun 5 tahun kedepannya lagi, yaitu angka 23 diambil dari dua angka terakhir tahun 2023. Okey, seperti itu ya penjelasannya.

Sekarang kita balik ke topik, perpanjangan pajak 5 tahunan motor. Saya berangkat dari area Cikunir sekitar jam stgh 7 pagi hari sabtu, untuk ukuran hari sabtu jam segitu udah agak kesiangan kalau ke samsat, bener saja pada saat sampai di gedung samsat di jalan IR H Juanda (Bulak Kapal) Bekasi parkiran motor sudah hampir terisi setengahnya. Namun karena kepentingan saya untuk mengurus pajak 5 tahunan, saya tidak parkir di area parkir motor depan. Saya langsung ke tempat area esek-esek (gesek mesin & rangka).


Lokasi Gesek, motor sama mobil campur


Gedung ini bentuknya mirip gedung cuci mobil otomatis menurut saya. Disana langsung antri aja, karena layanannya FIFO (First in First Out). Karena kerjaan petugas gesek ini tiap hari gesekin nomor mesin & rangka, mereka hapal betul dimana letak nomor rangka & mesin kendaraan baik motor dan mobil. Setelah si petugas sudah mendapatkan hasil gesek mesin & rangka, kita diberikan form berwarna cokelat yang sudah ditempel hasil gesekan tadi. Setelah di gesek, saya langsung parkir di area parkir motor yang juga ada di deket area foto kopi (tinggal dituntun motornya kedepan aja sedikit). Oiya, di tahap ini kita gak keluarin uang sepeser pun ya alias GRATIIIISS.... *manthab

Setelah dari area gesek, kita lanjut ke area loket Cek Fisik, lokasinya ada di tengah-tengah antara gedung utama (pengurusan pajak STNK) dengan kantor Bapenda itu sendiri. Sebelumnya kita isi dulu data yang ada di form cokelatnya,
Setelah di isi, kita serahkan ke loket pendaftaran dengan melampirkan:


  • 1 lembar Fotokopi E-KTP atas nama yang tertera di STNK beserta E-KTP Asli
  • 1 lembar Fotokopi STNK & Pajak STNK Tahunan sebelumnya beserta STNK dan Pajak STNK Asli
  • 1 lembar fotokopi BPKB (Untuk BPKB dipegang aja dulu)

kalau yang gak bawa staples jangan khawatir karena petugas loket pendaftaran akan mengecek terlebih dahulu lalu akan di staples, untuk KTP asli baiknya dimasukkan di plastik STNK, jadi yang distaples bagian plastiknya saja. Sudah deh, kita tunggu dipanggil saja. Gak begitu lama kok diprosesnya.

Loket pendaftaran berkas & penyerahan

Katakan tidak pada calo, ehehe...

Disini tempat penyerahan berkas gesek

Setelah dipanggil, kita ambil berkasnya, lalu kita bawa ke gedung depan, gedung area pengurusan pajak, mutasi STNK, dan pelayanan STNK lainnya. Sebelum masuk lobby, akan ada pengecekan dulu, atau mungkin ditanya dulu urusan kita mau apa, kalau hanya mau mengurus pajak tahunan, sebelum diperbolehkan masuk, kita harus persiapkan dulu syarat-syarat fotokopi KTP, STNK dan BPKB. Setelah syarat itu tersedia baru kita diperkenankan masuk untuk mengambil formulir. Kalau saya sendiri yang sudah memegang berkas gesek sebelumnya, petugas sudah paham maksudnya apa, hanya dicek berkas sebentar lalu saya diperbolehkan masuk.

Form Cokelat Pengantar hasil Gesek


Oiya, tampaknya yang diperbolehkan masuk adalah mereka yang mau mengurus terkait STNK saja, untuk pendamping kayanya tidak boleh masuk, semacam kita mau masuk ke area cek-in bandara atau stasiun kereta lah. Mungkin ini untuk menghindari calo ya, atau memang agar di dalam tidak terlalu banyak orang aja. Kalau calo kan bisa aja mereka bergerak sebelum masuk ke area samasat toh.

Okey, setelah kita masuk ke area gedung, kita ambil formulir berwarna biru di petugas. Petugasnya pas adanya di pintu masuk. Kita isi lagi deh tuh formulirnya. Setelah diisi kita bawa ke area loket cek progresif yang ada di pojokan sebelah kiri pada saat kita masuk gedung. Kita kasih form birunya beserta berkas kelengkapan sebelumnya, staples jadi satu, yang gak bawa staples, tenang, ada satpam di depan loket cek progresif yang bawa staples :)


Setelah dari loket cek fisik, kita lanjut ke loket "Pengesahan STNK 5 Tahunan" untuk roda 2. Jangan salah loket ya, ada yang buat motor & yang buat mobil, dan loketnya terbagi lagi antara loket STNK 5 tahunan dengan yang loket Pengesahan STNK Tahunan (untuk yang motor letak loketnya ada di tengah. Disitu kita kasih berkas hasil cek progresif dan berkas gesek yang sebelumnya. Perlu diperhatikan, disini bisa terjadi dua sistem antrian, pertama jika antriannya sedikit atau tidak ada antiran, maka setelah kita serahkan berkas, jangan pergi dulu, tunggu ditempat dulu karena nanti petugasnya akan meminta BPKB asli untuk dicocokan. Sistem yang kedua, jika antriannya panjang, biasanya petugas akan menyuruh taruh berkasnya di loket, lalu nama kita akan dipanggil lagi untuk memperlihatkan BPKB aslinya. Setelah BPKB asli dilihat dan dicocokan dengan berkas, kita akan dikasih nomor urut untuk antrian pembayaran di loket Bank.

Loket Pengesahan STNK  Motor (abaikan para kepala orang-orang tersebut)


Waktu saya kesini, ternyata ada sistem yang berbeda dari yang seharusnya, biasanya kita dikasih nomor urut untuk dipanggil di loket bank, tapi pada saat saya kesana, itu tidak langsung ke loket bank, tapi kita tunggu dulu untuk ambil berkas hasil Pengesahan lalu langsung ke loket bank. Jadi dipanggilnya itu bukan dari loket banknya tapi dari loket hasil cek Pengesahan STNK. Dan pemanggilannya bukan dari nomor yang sebelumnya dikasih, tapi dipanggil pakai nama kita/ nama yang tertera di STNK. Jadi nomor yang dikasih itu buat apa ya? entahlah,ahahaha....


Cerita di tahap ini belum selesai, di pertengahan jalan, ternyata sistem tersebut diubah oleh petugas, sistem yang dipakai pada akhirnya kita menunggu panggilan di loket Bank, jadi langsung bayar di bank, gak harus mengambil berkasnya dulu. Hadeeuuhh.... Tapi tetep aja dipanggilnya bukan pakai nomor urut yang dikasih itu, tapi pakai nama kita/ nama yang tertera di STNK, endalaaaaahhh....

Pada tahap pembayaran di Bank, seperti yang saya jelaskan lagi, saat nama kita dipanggil, kita langsung menuju ke loket bank, ingat disini ada 2 samapi 3 loket, perhatikan loket mana yang harus kita datangi, contoh panggilannya seperti ini "Panggilan di Loket 3, atas nama Tarjo, Suritem, Thanos, Batman, Ronaldo, dan seterusnya... pembayaran di Loket 3" seperti itu lah contohnya. Nah kita datang tuh di loket yang sudah diinfokan tadi.

Saya kedapatan dipanggil di loket 4, kita serahkan seonggok kertas yang telah ditulis nomor urut ke Tellernya, Teller akan beritahukan nominal yang harus dibayarkan, untuk pajak 5 tahunan, nominalnya bisa dua kali lipat dari nominal pajak tahunan biasa ya, belum kalau ada biaya progresif & kalau ada denda keterlambatan, jadi siap-siap aja dana 2 kali lipat dari pajak tahunan bisanya ya. Setelah bayar, kita akan diberikan kertas yang tadi ditambah stempel nomor kasir dan rangkaian angka. Rangkaian angka itu ternyata ada maksudnya lho, saya jelaskan di paragraf selanjutnya.

Pada saat di tahap ini, saya sempat dipanggil 2 kali, saya kaget, harusnya saya sudah tinggal tunggu fisik STNK keluar saja, tapi ternyata di panggil lagi. Waktu itu saya dipanggil di loket 4, saya datanglah ke loketnya, loketnya sama di loket 4 juga, tellernya juga masih sama. Disebutkanlah nominalnya yg sama persis, dan saya bilang "ini tambahan ya mbak?",, lalu kronologis lanjutnya seperti berikut:
Teller: Tambahan? maksudnya gimana pak?
Saya: Saya sebelumnya sudah bayar, sama mba juga, nominalnya kalau gak salah (saya sebutin kisaran nominal).
Teller: Lho? yakin pak? (iya saya yakin kok sama hubungan kita, eyyyaa...ahaha...) (si mbaknya mulai bingung) bapaknya masukin berapa berkas?
Saya: Cuma satu (seperti cinta saya ke mba hanya satu-satunya, *jyaaaaaa....) mba atas nama saya, ini buktinya lembar nomor antriannya udah ada stempel loket 4, sama mba juga bayarnya.
Teller: (makin bingung).... (mulai cari-cari berkas yang sebelumnya)..... (ternyata gak ada, cek lagi di komputer...).....(tanya temennya mengenai 'kejanggalan' ini)....(heran....kenapa sudah bayar tapi datanya keluar lagi) (Tellernya juga heran ada tulisan dia di nomor antrian)
Teller: Pak, yang sebelumnya saya panggil, saya konfirmasi nama bapak sama alamat gak?
Saya: enggak mba, tadi mba bilangnya nama saya aja.
Skip... skip... skip... Hasil diskusi antar teller disana akhirnya diputuskan saya tidak bayar lagi, yipiiiiiee...
Teller: Pak, tapi benar ya tadi bapak bayarnya sekian (sebutin nominal yang ada di kertas nomor urut--ternyata ini maksud rangkaian angka yang ada di nomor urut, menerangkan jumlah nominal)
Saya: iya mbak sekitar segitu
Teller: baik pak, silahkan tunggu di loket sebelah ya, maaf ya pak...
Saya: iya mbak gpp.... (dalam hati saya komen "saya maapin mbak, dipanggil lagi juga gpp mbak, habisnya mbanya manis sih...) *huwalaaaaa....


Loket Bank

Yah...setelah dari loket si manis,,, eh.... loket bank tadi, kita tinggal tunggu hasil fisik STNK yang baru di Loket Penyerahan STNK... nanti petugas loketnya akan panggil nama kita, inget ya yang dipanggil bukan nomor urut, tapi nama. Pada saat dipanggil, kita kasih kertas nomor yang dipegang ke petugasnya untuk ditukarkan dengan STNK fisik beserta kertas pajak dan E-KTP kita, oiya ada bonusnya, yaitu plastik STNK. Yups, jika kita mengurus pajak STNK 5 tahunan akan diberikan plastik STNK yang baru, lumayaaann...

Setelah dari loket pengambilan STNK, bagaimana dengan nasib plat nomornya? yups, jangan pulang dulu, karena kita masih harus urus pembuatan plat nomor baru. Lokasi loketnya ada di belakang gedung samsat/ Bapenda, sejajar sama kantin dan tepat bersebelahan dengan area Bank BJB, dipojokkan deh tempatnya. Kita kasih STNK yang sudah jadi kepada petugas, gak samapi 5 menit, kita dipanggil lagi dengan diberikan plat nomor yang baru (nomor masa tahunnya ya bukan nomor polisnya yang baru).

Disini ada orang yang jemur platnya dulu di depan kantin, ada yang langsung bungkus, dan saya termasuk yang langsung bungkus, karena setelah saya pegang, catnya udah lumayan kering kok.

Loket cetak STNK (abaikan kepala sang bapaknya)


Setelah itu apa, ya.... sudah selesai urusan kita urus pajak 5 tahunan STNK, simpel kan? gak begitu ribet. Silahkan urus sendiri saja pajak 5 tahunannya, kalau dari informasinya urus pajak 5 tahunan menghabiskan waktu total 120 menit (2 jam), tapi saya sendiri yang dateng jam 7 pagi selesainya jam setengah 11 siang, melebih waktu standarnya. Tapi yah, masih bisa ditolerir lha.

Satu lagi yang mesti diperhatikan, mungkin karena letak loketnya yang tidak mendukung, area pengurusan STNK di gedung bagian dalam sangat riweuh sekali, suara toa/ speaker dimana-mana dan orang yang mengurus STNK motor maupun mobil dijadiin satu. Nah, pinter-pinter kita deh tuh melatih konsentrasi serta pendengaran siapa tahu ujug-ujug nama kita yang dipanggil, speakernya gak mendukung dan saling tumpang tindih suara. Yah...., hitung-hitung latihan konsentrasi & pendengaran deh,ehehe...

Begitulah sekilas mengenai pengurusan pajak 5 tahunan STNK motor, semoga para pembaca dapat gambarannya ya, selamat berpetualang di Samsat Kota Bekasi.
Share this article :

Post a Comment

Support : Jalantapak | Jalantapak | Jalantapak | Jalantapak Template | Pusat Informasi
Copyright © 2017. Knowledge | Family - All Rights Reserved
Template Created by Jalantapak Modify by jalantapak.com
Proudly powered by Blogger